Laman

Selasa, 29 November 2011

DAMPAK KERUSAKAN FLORA DAN FAUNA BAGI KEHIDUPAN

Berikut ini dampak yang akan terjadi jika flora dan fauna mengalami kerusakan.


a. Ekosistem Tidak Seimbang



 Dalam ekosistem terdapat predator (pemangsa) dan yang dimangsa. Jika salah satu dihilangkan, ekosistem menjadi tidak seimbang dan akibatnya sangat merugikan kehidupan. Para ahli pernah mengadakan percobaan dengan membuang spesies predator, yaitu bintang laut jenis pisaster dari sebuah kawasan di pantai Amerika Utara. Di pantai itu terdapat 15 spesies yang hidup. Dalam tempo tiga bulan, udang mirip remis (bernacle) yang merupakan makanan bintang laut berkembang dengan pesat hingga menutupi tiga perempat kawasan itu. Setelah satu tahun, beberapa spesies mulai menghilang hingga tinggal delapan spesies. Dengan hilangnya bintang laut, bernacle mengambil alih permukaan karang sehingga ganggang tidak bisa tumbuh.


b. Kelangkaan Sumber Daya
Flora dan fauna merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, contohnya hutan. Hutan menghasilkan berbagai macam hasil hutan yang sangat penting bagi manusia. Mulai dari kayu, daun, bahkan getahnya berguna bagi manusia. Hutan juga mampu menyimpan air yang merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan. Jika hutan itu rusak, hilanglah sumber daya yang dihasilkannya. Lebih fatal lagi, persediaan air akan berkurang sehingga air menjadi barang langka.


c. Menurunnya Kualitas Kesehatan
Beberapa flora dan fauna merupakan sumber makanan bagi manusia. Bahkan beberapa di antaranya diusahakan manusia dengan sengaja dalam bentuk budi daya. Beberapa zat polutan dan pestisida dapat tersimpan dalam tubuh flora dan fauna itu. Jika flora dan fauna itu dikonsumsi manusia, zat-zat tersebut akan berpindah ke dalam tubuh manusia. Indikasi dari rusaknya fauna telah terbukti denganmunculnya penyakit yang disebabkan oleh binatang piaraan. Penyakit seperti anthrax (sapi gila), flu burung, dan pes adalah bukti rusaknya fauna. Beberapa fauna juga tidak layak untuk dimakan misalnya kerang yang hidup di perairan yang tercemar. Dari hasil penelitian, kerang menyerap zat logam berat dan menyimpan dalam tubuhnya sehingga sangat berbahaya jika dikonsumsi.

Senin, 28 November 2011

PERSEBARAN FAUNA DIDUNIA



a. Wilayah Neartik
  • Meliputi wilayah Amerika utara dan seluruh daerah Green Land.
  • Beberapa hewan yang terdapat didaerah ini adalah jenis tupai, antelop bertanduk cabang tiga, kalkun, burung biru, salamander, bison, dan karibau.

b. Wilayah Neutropik
  • Meliputi mexico bagian selatan sampai Amerika bagian tengah dan Amerika Selatan.
  • Beriklim tropis dan di zona selatan beriklim sedang
  • Hewan yang hidup didalamnya antara lain; kukang, armadilo, alapaka, kelelawar penghisap darah, dan orang utan.

c. Wilayah Australis
  • Meliputi wilayah Australia,Selandia Baru,Irian dan Maluku serta pulau-pulau disekitarnya.
  • Beriklim tropis dan sedang.
  • Hewan yang hidup diwilayah Australis antara lain Kanguru,trenggiling,koala,kasuari,cendrawasih,kura- kura,buaya,kakaktua,burung penghisap madu.

Jumat, 25 November 2011

PERSEBARAN FLORA DI BUMI DIBAGI MENJADI 7 KELOMPOK




a. Bioma Gurun
Ciri:
  • Tingkat evaporasi (penguapan) yang lebih tinggi daripada curah hujan dan air tanah yang cenderung        asin.
  • Tumbuhannya berdaun kecil seperti duri dan mempunya akar yang panjang.
  • Dihuni oleh hewan jenis pengerat contohnya, hamster dan gerbill.

b. Bioma pada rumput (stepa)
Ciri:
  • Curah hujan tidak teratur
  • Tanah didaerah padang rumput tidak mampu menyimpan air karena tingkat penyerapannya rendah dan sistem penyaluran air kurang baik.
  • Jenis hewannya antara lain; rusa, kerbau, kanguru, ular,singa, harimau.

c. Bioma Savana (sabana).
Ciri:
  • Pohon – pohon yang tumbuhnya menyebar seperti pohon Palm.
  • Temperatur udara panas sepanjang tahun dan hujan yang terjadi secara musiman.
  • Hewan yang hidup di bioma sabana adalah; hewan – hewan jenis perumput dan jenis karnivora